Bagaimanakah anak berbicara terhadap orang lain ?? Sopan santunkah anak kita atau temperamental dan dengan kata-kata kasar ? Ternyata semua itu karena kita yang membentuknya bagaimanakah caranya???? temukan jawabannya pada artikel berikut ini ...Bagian penting dari DISIPLIN adalah belajar bagaimana berbicara dengan anak-anak. Cara Anda berbicara dengan anak Anda menentukan cara dia
belajar berbicara dengan orang lain.
Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk masalah ini:
1. Connect before you direct
Sebelum memberikan arahan kepada anak Anda, jongkoklah setinggi level mata anak Anda dan tatap matanya untuk mendapatkan perhatiannya. Ajarlah dia bagaimana untuk fokus: 'Mary, saya butuh perhatianmu', 'Billy, saya butuh kamu mendengarkan ini'. Berikan 'bahasa tubuh' yang sama saat mendengarkan mereka. Pastikan kontak mata Anda tidak terlalu intens sehingga anak Anda menganggap pandangan mata itu sebagai cara 'berkomunikasi' bukan 'mengontrol'.
2. Address the child
Awali permintaan Anda dengan menyebutkan nama anak Anda, Lauren, bisa tolong ...
3. Stay brief
Gunakan aturan 'satu kalimat': letakkan kata arahan di permulaan kalimat. Semakin lama Anda bertele-tele, anak Anda semakin berperi laku 'tuli' dengan isi kata-kata Anda. Terlalu banyak bicara adalah kesalahan paling umum terjadi saat berdialog tentang suatu masalah. Kondisi seperti ini membuat anak Anda merasa bahwa Anda sendiri tidak terlalu yakin dengan apa yang ingin Anda sampaikan. Dan ia akan beranggapan bahwa semakin ia membuat Anda terus bicara, semakin mudah membuat Anda menyimpang dari pokok
masalah sebenarnya.
4. Stay simple
Gunakan kalimat-kalimat pendek dengan kata-kata yang mengandung 1 suku kata. Cobalah dengarkan bagaimana anak-anak berkomunikasi dengan teman sebayanya dan cermatilah caranya. Bila anak Anda sudah memperlihatkan pandangan yang menunjukkan bahwa ia sedang tidak berminat, itu artinya kata-kata Anda tidak lagi dimengerti olehnya.
5. Ask your child to repeat the request back to you
Jika ia tidak dapat mengulanginya, mungkin kata-kata Anda terlalu panjang atau terlalu rumit.
6. Make an offer the child can't refuse
Anda dapat memberikan alasan kepada seorang anak usia 2 atau 3 tahun, khususnya untuk menghindari 'unjuk kekuatan' antara Anda dengannya, misalnya: 'Cepat berpakaian supaya kamu bisa main di luar'. Berikan sebuah alasan untuk permintaan Anda yang memang untuk 'keuntungan' sang anak dan juga 'sulit untuk ditolak' dia. Kondisi ini akan membuatnya tidak mencoba 'unjuk kekuatan' dan mau melakukan apa yang kita inginkan.
7. Be positive
Daripada mengatakan 'Jangan lari-lari!', cobalah dengan: 'Di dalam rumah kita berjalan, di luar rumah kamu boleh berlari'.
8. Begin your directives with I want.
Daripada mengatakan 'Turun!', cobalah dengan: Saya ingin kamu turun'. Daripada, 'Sekarang giliran Becky', cobalah dengan: 'Saya ingin kamu beri giliran buat Becky'. Metode seperti ini berhasil baik untuk anak-anak yang ingin bersikap baik tapi tidak suka 'diperintah'. Dengan mengucapkan,
'Saya ingin,' Anda memberinya alasan untuk 'rela melakukannya' dibandingkan hanya sekadar 'sebuah perintah'.
9. When … then.
'Setelah kamu selesai menggosok gigi, saya akan mulai membacakan cerita'. 'Setelah PR mu selesai, kamu boleh nonton TV'. Kata 'setelah' yang menyatakan bahwa Anda mengharapkan 'kepatuhan', lebih berhasil diterapkan dibandingkan kata 'kalau'. Pemilihan kata ini mengondisikan anak pada suatu pilihan, saat Anda tidak bermaksud memberinya pilihan.
10. Leg first, mouth second.
Daripada berteriak 'Matikan TV, sekarang makan malam!', cobalah untuk berjalan mendekati anak, bergabung dengan keasyikannya nonton TV sebentar,dan setelah itu, saat ada jeda iklan TV, mintalah anak Anda mematikan TV. Berjalan mendekati anak Anda sebelum memintanya melakukan sesuatu memiliki pesan tersirat bahwa Anda serius dengan permintaan Anda. Jika tidak demikian, anak-anak hanya akan menafsirkannya sebagai pilihan belaka.
11. Give choices
'Kamu mau pakai piyama atau gosok gigi dulu?' 'Baju warna merah atau yang biru?'
12. Speak developmentally correctly.
Semakin kecil usia seorang anak, pengarahan Anda seharusnya semakin pendek dan semakin sederhana. Pertimbangkan tingkat pengertian anak Anda. Sebagai contoh, suatu kesalahan umum yang sering dilakukan orang tua saat bertanya pada anaknya yang masih berusia 3 tahun, 'Kenapa kamu lakukan itu?' Bahkan sebagian besar orang dewasa pun hampir tidak dapat menjawab pertanyaan seperti itu. Cobalah dengan, 'Mari kita bicarakan tentang apa yang baru saja kamu lakukan'.
13. Speak socially correctly
Bahkan anak usia 2 tahun pun dapat belajar mengatakan 'tolong'. Upayakan anak Anda belajar bersikap sopan. Jangan sampai mereka berpikir bahwa 'etika' adalah sebuah 'pilihan'. Berbicaralah kepada anak Anda dengan cara yang Anda inginkan mereka lakukan juga kepada Anda.
14. Speak psychologically correctly.
Kalima pembuka berupa 'ancaman' atau 'menghakimi' cenderung menempatkan anak pada sikap mempertahankan diri. Kata 'kamu' berisi pesan yang membuat seorang anak jadi bungkam. Kata 'saya' berisi pesan yang 'tidak menuduh'. Daripada mengatakan, 'Kamu lebih baik lakukan ini...' atau 'Kamu harus ...', cobalah katakan, 'Saya ingin ...' atau, 'Saya senang sekali kalau kamu ...'. Daripada mengatakan 'Kamu harus membersihkan meja', cobalah katakan, 'Saya butuh kamu untuk membersihkan meja ini'. Sebaliknya, jangan berikan pertanyaan arahan bila tidak ingin mendapatkan jawaban 'tidak'. Contoh: jangan katakan, 'Maukah kamu mengangkat jas mu?', cukup katakan, 'Tolong angkat jas mu.'
15. Write it.
'Mengingatkan' dapat berubah dengan mudah menjadi 'mengomel', khususnya bagi anak-anak pra-remaja yang merasa jika mereka diperintahkan sesuatu akan membuat mereka langsung masuk ke dalam golongan 'budak'. Tanpa mengucapkan 1 kata, Anda dapat berkomunikasi apa saja yang ingin Anda sampaikan. Bicaralah dengan pensil dan notes. Tinggalkan catatan/pesan jenaka untuk anak Anda. Lalu duduklah dan lihatlah apa yang akan terjadi.
16. Talk the child down.
Semakin nyaring anak Anda berteriak, semakin lembut Anda meresponinya. Biarkan anak Anda meluapkan kemarahannya sementara Anda sewaktu-waktu menyela dengan komentar: 'Ok, saya mengerti' atau, ' Boleh saya bantu?' Kadang-kadang hanya dengan memiliki seorang pendengar yang perduli akan meredakan sifat tantrum seorang anak. Jika Anda menghadapinya dengan tingkat kemarahan yang sama dengan anak Anda, Anda harus berhadapan dengan 2 macam tantrum. Jadilah sebagai orang dewasa untuk anak Anda.
17. Settle the listener.
Sebelum memberikan perintah, pulihkan lebih dahulu keseimbangan emosi Anda. Jika tidak, Anda hanya akan membuang waktu saja. Tidak ada satupun yang 'mengendap' dalam pikiran seorang anak bila dia sedang berada dalam kondisi emosi yang tidak baik.
18. Replay your message.
Batita butuh diarahkan ribuan kali. Anak-anak di bawah usia 2 tahun masih sulit memahami arahan-arahan Anda. Sebagian besar anak usia 3 tahunan mulai belajar memahami arahan sehingga apa yang Anda bicarakan mulai 'mengendap' dalam pikiran mereka. Cobalah untuk mulai mengurangi 'arahan yang diulang-ulang' saat anak Anda mulai beranjak lebih besar. Anak-anak pra-remaja bahkan menilai 'pengulangan' ini sebagai bentuk 'omelan'.
19. Let your child complete the thought
Daripada mengatakan, 'Jangan sampai barang-barang kotor dan berantakan ini bertumpuk!,' cobalah katakan, 'Matthew, coba pikirkan di mana kamu mau menyimpan peralatan sepak bolamu ini.'. Membiarkan anak memikirkan hal seperti ini cenderung memberikannya sebuah pelajaran yang bertahan lama.
20. Use rhyme rules.
Misal: 'If you hit, you must sit.'. Mintalah anak Anda mengulangi ritme yang semacam ini.
21. Give likable alternatives.
'Kamu nggak bisa pergi sendirian ke taman itu, tapi kamu bisa bermain di lapangan sebelah'
22. Give advance notice.
'Kita akan segera pergi. Bilang 'bye-bye' ke mainanmu, 'bye-bye' ke teman-temanmu.'
23. Open up a closed child.
Hati-hati dalam memilih kalimat yang bertujuan untuk 'membuka' pikiran dan mulut si kecil yang sedang 'tertutup' ini. Tetaplah pada topik-topik yang Anda tahu bisa membuat anak Anda antusias. Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban lebih daripada hanya 'ya' atau 'tidak'. Tetaplah pada hal-hal yang spesifik. Daripada mengatakan, 'Apakah kamu senang di sekolah hari ini?', cobalah katakan 'Apa yang paling menyenangkan yang kamu kerjakan hari ini?'
24. Use When you… I feel… because..
Contoh, 'Kalau kamu lari-lari dan jauh dari mama di dalam toko ini, mama akan sangat khawatir karena mungkin saja kamu akan tersesat'
25. Close the discussion.
Jika memang ada hal yang tidak dapat lagi didiskusikan, katakanlah kepada anak Anda. 'Saya tidak akan berubah pikiran tentang masalah ini. Maaf.' Anda akan menghemat 'kelelahan' dan 'air mata' Anda juga anak Anda. Simpan saja nada 'serius' Anda jika diperlukan nanti.
Link ada di: http://pitoyo.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=187
Diterjemahkan oleh Sylvia Radjawane
sumber : Askdrsears.com
Tampilkan postingan dengan label Dunia Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Anak. Tampilkan semua postingan
25 Cara Berbicara dengan Anak Agar Mereka Mau Mendengar
Senin, Oktober 01, 2007
Diposting oleh
Muhidin Saimin
di
11.31
0
komentar
Label: Dunia Anak, pitoyo
Pengaruh Musik pada Anak
| Grace Sudargo, seorang musisi dan pendidik mengatakan, Dasar-dasar musik klasik secara umum berasal dari ritme denyut nadi manusia sehingga ia berperan besar dalam perkembangan otak, pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia. Penelitian menunjukkan, musik klasik yang mengandung komposisi nada berfluktuasi antara nada tinggi dan nada rendah akan merangsang kuadran C pada otak. Sampai usia 4 tahun, kuadran B dan C pada otak anak-anak akan berkembang hingga 80 % dengan musik. Musik sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Musik memiliki 3 bagian penting yaitu beat, ritme, dan harmony, demikian kata Ev. Andreas Christanday dalam suatu ceramah musik. Beat mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa, sedangkan harmony mempengaruhi roh. Contoh paling nyata bahwa beat sangat mempengaruhi tubuh adalah dalam konser musik rock. Bisa dipastikan tidak ada penonton maupun pemain dalam konser musik rock yang tubuhnya tidak bergerak. Semuanya bergoyang dengan dahsyat, bahkan cenderung lepas kontrol. Kita masih ingat dengan head banger, suatu gerakan memutar-mutar kepala mengikuti irama music rock yang kencang. Dan tubuh itu mengikutinya seakan tanpa rasa lelah. Jika hati kita sedang susah, cobalah mendengarkan musik yang indah, yang memiliki irama (ritme) yang teratur. Perasaan kita akan lebih enak dan enteng. Bahkan di luar negeri, pihak rumah sakit banyak memperdengarkan lagu-lagu indah untuk membantu penyembuhan para pasiennya. Itu suatu bukti, bahwa ritme sangat mempengaruhi jiwa manusia. Sedangkan harmony sangat mempengaruhi roh. Jika kita menonton film horor, selalu terdengar harmony (melodi) yang menyayat hati, yang membuat bulu kuduk kita berdiri. Dalam ritual-ritual keagamaan juga banyak digunakan harmony yang membawa roh manusia masuk ke dalam alam penyembahan. Di dalam meditasi, manusia mendengar harmony dari suara-suara alam disekelilingnya. Musik yang baik bagi kehidupan manusia adalah musik yang seimbang antara beat, ritme, dan harmony, ujar Ev. Andreas Christanday. Seorang ahli biofisika telah melakukan suatu percobaan tentang pengaruh musik bagi kehidupan makhluk hidup. Dua tanaman dari jenis dan umur yang sama diletakkan pada tempat yang berbeda. Yang satu diletakkan dekat dengan pengeras suara (speaker) yang menyajikan lagu-lagu slow rock dan heavy rock, sedangkan tanaman yang lain diletakkan dekat dengan speaker yang memperdengarkan lagu-lagu yang indah dan berirama teratur. Dalam beberapa hari terjadi perbedaan yang sangat mencolok. Tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu rock menjadi layu dan mati, sedangkan tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu indah tumbuh segar dan berbunga. Suatu bukti nyata bahwa musik sangat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup. Alam semesta tercipta dengan musik alam yang sangat indah. Gemuruh ombak di laut, deru angin di gunung, dan rintik hujan merupakan musik alam yang sangat indah. Dan sudah terbukti, bagaimana pengaruh musik alam itu bagi kehidupan manusia. Wulaningrum Wibisono, S.Psi mengatakan, Jikalau Anda merasakan hari ini begitu berat, coba periksa lagi hidup Anda pada hari ini. Jangan-jangan Anda belum mendengarkan musik dan bernyanyi. By Staff FFI link: http://pitoyo.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=250 SUMBER: http://www.iqeq.web.id/anak/anak02.shtml |
Diposting oleh
Muhidin Saimin
di
10.39
4
komentar
Label: Dunia Anak, pitoyo
7 Cara Menyemangati Anak Belajar
| |
| Bebas berpendapat Dukung anak Anda untuk dapat mengungkapkan pendapatnya, bicarakan mengenai perasaannya dan beri kesempatan kepadanya untuk memilih makanan penutup dan biarkan memilih kegiatan yang diminatinya di luar sekolah. Minta pendapatnya mengenai keputusan keluarga dan perlihatkan kepadanya bahwa Anda menghargainya. Salah satu hal yang penting di sekolah adalah dengan ikut berpartisipasi pada kegiatan yang diadakan kelas atau sekolah. Di rumah berikan kesempatan kepadanya untuk mengungkapkan perasaannya atas apa yang dirasakannya tadi di sekolah. Cara ini merupakan cara yang baik untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Selalu antusias Perlihatkan antusiasme Anda terhadap minat anak Anda dan berikan dukungan kepadanya dalam mengembangkan topik yang disukainya. Bila dia senang dengan kuda, pilih cerita yang berhubungan dengan kuda, atau minta dia untuk mencari lima hal tentang kuda di ensiklopedi. Sediakan permainan Sediakan permainan dengan berbagai macam gaya belajar, mulai dari belajar mendengar dan melihat sampai dengan belajar memilih dan merangkai. Kembangkan satu permainan, misalnya permainan blok. Dukung anak Anda untuk mengembangkan kreativitasnya serta keterampilan dalam memecahkan masalah. Anak Anda memerlukan banyak sekali waktu bermain yang tidak terlalu terjadwal. Oleh karena itu Anda perlu menyadari kegiatan yang terlalu padat dapat membuat anak Anda stress dan mengganggu perkembangan minatnya untuk belajar. Perbedaan minat Tunjukan hal-hal yang baru Anda pelajari dengan antusias. Bicarakan dengan anak tentang minat Anda berdua yang berbeda. Misalnya anak Anda berminat untuk melukis sementara Anda tertarik untuk belajar bahasa Mandarin. Cari guru privat, atau Anda dapat mendaftarkan diri di tempat kursus. Orangtua merupakan contoh yang paling penting dalam kehidupan seorang anak dan bila Anda memperlihatkan kepadanya bahwa belajar adalah pengalaman hidup yang tidak ada batasan umurnya anak Anda akan menangkap pesannya. Tanya pelajaran Tanyakan kepada anak Anda apa yang telah dipelajari di sekolah bukan nilai yang diperolehnya. Walaupun dia tidak mendapatkan nilai matematika sebaik teman sekelasnya, dia masih dapat memperbaikinya dan tentu Anda tidak ingin mengecilkan hatinya. Minta anak Anda untuk mengajarkan kepada Anda apa yang telah dipelajarinya di sekolah dan dengan membiarkan dia menggunakan kata-kata dan caranya maka akan membantunya untuk dapat menguasai apa yang telah dipelajarinya tadi di sekolah. Tidak kelelahan Minta anak untuk selalu mengumpulkan ulangan, tes apapun tugas sekolahnya. Lakukan bersama-sama sehingga dia akan menyadari bahwa Anda memberikan perhatian terhadap kemajuannya di sekolah, bila cara Anda seperti mengintimidasi maka yang dirasakannya adalah kekhawatiran bukan keinginan untuk belajar. Semakin besar seorang anak, semakin banyak tanggungjawabnya dan semakin banyak hal yang membuatnya sedih. Oleh karena itu tanyakan padanya secara teratur untuk memastikan dia tidak merasa kelelahan dengan tugas yang banyak. Rayakan prestasi Rayakan prestasi yang dicapainya, tidak perduli sekecil apapun. Misalnya bila anak Anda telah menyelesaikan pekerjaan rumahnya, beri waktu kepadanya untuk bermain video game selama satu jam. Dengan memberikan dukungan yang positif, anak Anda jadi tidak malas belajar, dan sebaliknya justru akan merasa tertantang. Bila seorang anak merasa dihargai bila dia telah berhasil menyelesaikan suatu tugas maka hal ini akan membuatnya bersemangat dan selanjutnya akan lebih mudah bagi Anda untuk memintanya belajar. Kembangkan bakat Pusatkan pada kelebihan yang dimilikinya yaitu dengan memberikan dukungan kepada anak Anda dalam mengembangkan bakatnya. Walaupun anak Anda tidak menguasai matematika, kemungkinan dia dapat menulis puisi indah. Agar anak Anda bersemangat belajar dan mengerjakan tugas matematika, selingi waktu belajarnya untuk membuat puisi. Bila anak Anda menyadari bahwa dia berbakat disalah satu bidang, dia akan cukup merasa percaya diri untuk mencoba bidang-bidang lainnya. Kembangkan dunia Manfaatkan kejadian sehari-hari sebagai kesempatan untuk belajar . Belajar terbentuk dari yang Anda tahu dan menghubungkannya dengan fakta-fakta. Dukung anak Anda untuk mengembangkan dunia di sekitarnya, ajukan pertanyaan-pertanyaan dan rangkaikan. Aldo Desatura link: http://pitoyo.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=243 sumber : milis balita-anda |
Diposting oleh
Muhidin Saimin
di
09.21
0
komentar
Label: Dunia Anak, pitoyo
Langganan:
Postingan (Atom)




