Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Marhaban Ya Ramadhan

Kamis, Agustus 21, 2008

Ramadhan tidak lama lagi, Mari kita senantiasa Setting NIAT, Upgrade IMAN, Download SABAR, Delete DOSA, Approve MAAF & Hunting PAHALA. Agar Kita Getting GUEST LIST Masuk SURGA-Nya. Pulang ke kampung SURGA. Yuuukkk mari ,,, ! Pakai Mobil JIHAD yang Berbahan Bakar ISTIQOMAH, dengan Sopir KEIKHLASAN, Lewat Jalan IMAN,,eettt jangan lupa bawa peta QUR"AN & SUNNAH, juga Bekal TAQWA....Semoga Qta ketemu disana, amin.Kini Ramadhan akan tiba 10 hari lagi, dengan kerendahan hati maafkanlah segala kesalahan. MARHABAN YA RAMADHAN. "Allahumma Bariklana fi Rajab wa Sya'bana Wa Balligna Ramadhan" Selamat mempersiapkan diri tuk sambut ibadah puasa 1429 H. Mari kita kuatkan Iman, bersama menyongsong Bulan penuh Rahmah, Maghfirah dan Barokah

penasaran nih.....

Kiat-Kiat Agar Suami Disayang Isteri

Jumat, Maret 28, 2008

Kiat-kiat ini diambil dari dhuha.net oleh : Adil Fathi Abdillah

  1. Berhiaslah untuk isteri anda sebagaimana anda senang apabila ia berhias untuk anda.
  2. Merayu Isteri dan mencandainya
  3. Penuhi kesenangannya untuk berbicara dan bercakap-cakap (bercengkerama)
  4. Panggillah isteri dengan nama kesukaannya.
  5. Jauhilah sikap emosional dan temperamental.
  6. Mempergaulinya dengan lemah lembut dan kasih sayang
  7. Berilah isteri anda rasa aman dan tenang
  8. Membuatnya gembira dengan pemberia yang megejutkan
  9. Masuklah kedalam rumah dengan wajah berseri-seri da tersenyum
  10. Berlemah lembutlah dalam berbicara
  11. BERSAMBUNg ..............

penasaran nih.....

No Title

Jumat, Januari 18, 2008

copy paste from : arifkurniawan.wordpress.com Silahkan baca langsung. Hasil dari gibransyah - mas eko - arifkurniawan


—————————————————————–

One Day at Musolah

Suatu hari, di Cilincing, saya ketemu dengan Mas Kabul, kakak kelas saya dulu. Waktu itu, saya sedang membantu anak-anak musolah membuat bulletin jumat, koran-koranan yang diedarkan pada setiap hari jumat sebelum solat jumat.

Wah betapa bangganya saya ketemu Mas Kabul ketika sedang membantu anak-anak musolah merancang dan menerbitkan bulletin jumat. Hati saya berdegup kencang karena jumawa. Dalam hati, saya bilang, ‘ini waktunya gue nyombong ama Mas Kabul’. Saya ingin menunjukkan pada Mas Kabul, bahwa saya ini sudah ‘pintar’ dan ‘rendah hati’.

Jelas pintar dan rendah hatinya pakai tanda kutip. Sebab saya ingin menunjukkan kehebatan saya kepadanya. Saya ingin sombong. Saya ingin dianggap hebat oleh Mas Kabul. Rasa ingin dipuja tiba-tiba meruyak begitu saja.

Dan mata saya semakin berbinar-binar melihat Mas Kabul terkagum-kagum melihat software canggih di komputer kami. Ketika ia melihat anak-anak musolah pandai sekali memainkan alat bernama keyboard dan mouse untuk membuat bulletin jumat. Hidung saya kembang kempis karena bangga.

Lalu Mas Kabul bertanya, “Loh Rip. Musolah kampung ini kaya sekali. Bisa membeli perangkat lunak dan program mahal di komputer ini. Ndak mubazir?”

Saya kaget.

Bukan karena ia bertanya sambil make sarung dan sarungnya mau melorot copot. Tapi kaget karena pertanyaannya aneh.

- “Mas Kabul, sistem windows dan word kan murah. Lima ribu perak doang per CD”
+ “Itu bajakan rip”
- “Tapi kan nggak apa-apa demi mencerdaskan anak bangsa. Sistem komputer bajakan ini punya Bill Gates, bos perusahaan komputer. Orang paling kaya sedunia, Mas. Dan dunia ini sudah sedemikian kapitalis. Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin dan bodoh. Bukan karena tidak mau belajar, tapi sistemlah yang memaksa orang miskin menjadi bodoh”

Mulut saya makin berapi-api. Memberikan kuliah pada Mas Kabul. Namun isinya bukan menekankan betapa pentingnya pendidikan buat anak bangsa. Melainkan, saya membela harga diri saya yang nampaknya akan hancur lebur di hadapan anak muda musolah.

Saya bawa semua teori. Mulai dari teori kepemilikan marxis hingga ayat-ayat quran yang sosialis. Semuanya demi membela harga diri saya yang benar-benar berantakan akibat Mas Kabul bilang bahwa komputer musolah yang kami pakai ‘dipertanyakan kehalalannya’.

Mas Kabul diam saja. Dengan tenang ia menjawab semua logika saya dalam kalimat “Rip, liat tuh tulisan KEBERSIHAN SEBAGIAN DARI IMAN di WC musolah. Liat ga? Itu ajakan untuk berbuat kebaikan, Rip. Semua orang juga mengerti artinya. Tapi coba kamu pikir, gimana kalau tulisan untuk berbuat kebaikan ternyata ditulis pakai barang curian? Gimana kalau itu ditulis pakai spidol dan papan colongan?”

Saya tidak bisa menjawab. Analogi Mas Kabul menusuk kalbu.

Saya diam cukup lama. Muka saya merah padam menanggung malu. Harga diri saya hancur lebur lantak tak bersisa. Maksud hati ingin di puja ternyata malah menanggung malu yang luar biasa.

Di depan ‘murid-murid musolah’, saya salah tingkah. Tidak tahu harus berbuat apa. Rasanya pengen kabur sejauh-jauhnya. Maluuu..

Setelah lama terdiam. Mengumpulkan sisa-sisa keberanian yang secuil di hati, saya beranikan diri bertanya.

- “Mas, saya malu. Maaf. Saya takabur. Jadi apa yang semestinya saya ajarin buat anak musolah, Mas Kabul”
+ “Kalau kamu tidak tahu alternatifnya. Tidak apa-apa, Rip”
- “Loh apakah ada cara belajar komputer alternatif tanpa harus jadi maling, Mas?”
+ “Ada… Pakai Linux”

Sejak saat itu, saya berguru pada Mas Kabul. Berguru menggunakan Linux. Cukup susah. Sebab tampilannya masih memakai Terminal, mirip komputer purbakala.

Namun tahun berganti. Linux tidak lagi mirip komputer zaman dinosaurus. Sudah ada sistem komputer Linux yang cantik dan ramah bernama Ubuntu. Dan yang paling penting adalah, mudah digunakan, sebab menggunakan tampilan berbahasa Indonesia.

Bahkan kini, beberapa pemuda nan pintar dari Indonesia sudah membuat Sistem Operasi komputer nan canggih namun mudah digunakan berbasis Ubuntu. Nama sistem operasinya, BlankON.

Beberapa hari di awal-awal tahun 2008 ini, saya kok keingetan Mas Kabul. Ketika saya belajar Linux, beliau pernah berkata pada saya “Rip, belajar Linux itu tidak hanya membuat kamu tambah pinter. Dan bahkan tidak pula hanya mengurangi dosa dengan tidak memakai barang curian. Tapi juga menghargai orang-orang yang telah bekerja keras membuat sopwer”.

Saya tiba-tiba punya mimpi. Muluk-muluk mimpinya. Saya kepingin punya sekolah yang mengajarkan Linux pada anak-anak Indonesia. Bukan karena strategi bisnis. Atau apalagi niat jumawa bin takabur seperti kasus di musolah bertahun-tahun lalu. Saya hanya kepingin, anak-anak Indonesia punya ‘pilihan’.

Dari Mas Kabul, saya belajar bahwa dalam hidup manusia berhak punya pilihan.

Dan alam sadar ini terbawa-bawa dalam mimpi. Saya ingin juga anak-anak Indonesia generasi mendatang punya pilihan.
Diantaranya; termasuk memilih untuk tidak menjadi pencuri.

Saya terus bermimpi.

Semakin lama, mimpi ini semakin mengganggu tidur saya.

—————————————————————–

penasaran nih.....

Semenit Saja

Selasa, Januari 15, 2008


Sebuah renungan !!! dari seorang kawan di millist

Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!

Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit namun betapa singkatnya kalau kita melihat film.

betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman tanpa harus berpikir panjang-panjang.

Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra namun kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa. Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al-qur'an tapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.

Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser namun lebih senang berada di saf paling belakang ketika berada di Masjid

Betapa Mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namun langkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa.

Betapa sulitnya untuk menye diakan waktu untuk sholat 5 waktu; namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saat terakhir untuk event yang menyenangkan.

Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam al qur'an; namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.

Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci AlQuran.

Betapa Takutnya kita apabila dipanggil Boss dan cepat-cepat menghadapnya namun betapa kita berani dan lamanya untuk menghadapNya saat kumandang azan menggema.

Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya atau berpikir,atau mengatakan apa-apa,atau berbuat apa-apa. Betapa kita dapat menyebarkan seribu lelucon melalui e-mail, dan menyebarluaskannya dengan FORWARD seperti api; namun kalau ada mail yang isinya tentang Kerajaan Allah betapa seringnya kita ragu-ragu, enggan membukanya dan mensharingkannya, serta langsung klik pada icon DELETE.

ANDA TERTAWA ...? atau ANDA BERPIKIR-PIKIR. ..? Sebar luaskanlah Sabda-Nya, bersyukurlah kepada ALLAH, YANG MAHA BAIK,PENGASIH DAN PENYAYANG. Apakah tidak lucu apabila anda tidak memFORWARD pesan ini. Betapa banyak orang tidak akan menerima pesan ini, karena anda tidak yakin bahwa mereka masih percaya akan sesuatu?

Maha suci Allah yang Maha Tinggi Yang kepadanyalah setiap yang hidup akan kembali

penasaran nih.....

Bangkitlah Kamu Atau Kusuntik Mati Saja

Senin, September 24, 2007

Judulnya agak terlalu kejam. Mohon maaf Bapak, Ibu, dan Saudara yang
budiman, sebab saya punya alasan. Untuk setiap kegagalan dan
keterpurukan, memang diperlukan perlakuan yang istimewa. Jika jatuhnya
dalam, maka perlu waktu lama untuk sampai kembali ke bibir jurang.
Jika tenggelamnya sampai ke dasar, maka butuh energi besar untuk
kembali ke permukaan.

Berkaitan dengan kegagalan dan keterpurukan, kata-kata bisa menjadi
penyemangat, atau malah jadi racun yang lebih mematikan. Ia bisa
membangkitkan, atau malah bisa fatal karena terlanjur disuntikkan.

DARI SETBACK MENJADI COMEBACK

Tips berikut ini berasal dari materi oleh Herbert Gordon. Isinya
tentang bagaimana sebuah kebangkitan bisa diciptakan, setelah
terlanjur jatuh dan terpuruk. Anda mungkin pernah mengalaminya. Anda
mungkin akan mengalaminya. Anda mungkin sedang mengalaminya. Ingatlah
baik-baik tips ini, agar Anda bisa segera bangkit kembali, tak terlalu
lama setelah terpuruk dan jatuh.

IDENTIFIKASI APA YANG BISA ANDA KONTROL DAN YANG TIDAK

Buatlah dua buah daftar atau inventori, yang satu berisi berbagai hal
yang bisa Anda kontrol, dan yang satu lagi berisi hal-hal yang tidak
bisa Anda kontrol. Berbagai hal itu, adalah segala sesuatu yang
(mestinya) bisa membantu Anda mencapai kesuksesan atau keberhasilan.

Ingatlah bahwa sebagian besar "sebab" pada dasarnya bisa Anda kontrol,
dan sebagian besar "akibat" memang tidak bisa Anda kontrol.

Misalnya, berlatih olahraga bulutangkis sekeras mungkin, atau
melakukan prospecting penjualan asuransi sebanyak mungkin, berada
dalam kontrol Anda.

Tapi, menjadi juara pertama dalam olahraga bulutangkis dengan segala
kualifikasinya, atau mencapai omzet penjualan asuransi terbesar
se-Indonesia, adalah di luar kontrol Anda.

Jika sesuatu berada di dalam kontrol Anda, Anda boleh menyesal karena
tidak memaksimalkannya. Sebaliknya, jika sesuatu tidak berada di dalam
kontrol Anda, maka Anda harus mau merelakannya.

Lakukanlah inventori dan identifikasi ini dengan obyektif dan tidak
terjebak pada blame game.

DARI BITTER MENJADI BETTER

Jika Anda seperti kebanyakan orang lain, maka ketahuilah bahwa
kritikus paling ulung bagi diri Anda, adalah diri Anda sendiri.
Kata-kata dan pikiran Anda, sering Anda jadikan cambuk yang terus
memecut perasaan Anda. Keduanya, berubah menjadi kata buruk dan
pikiran buruk. Lebih buruk lagi, atas kata dan pikiran buruk itu, Anda
pecut lagi dengan kata buruk dan pikiran buruk berikutnya. Demikian
seterusnya. Bagaimanakah buruknya perasaan Anda karena semua itu?

"Ah, saya gagal lagi."
"Saya memang bodoh."
"Ya gusti... mengapa saya kok bodoh sekali."

You feel bad about feel bad.

Lupakan apa pun yang tak bisa Anda kontrol. Dan jika Anda menemukan
ada hal yang (mestinya) bisa Anda kontrol, segeralah meng-assess
pikiran dan perasaan Anda saat itu juga.

"Ya, Elu enak aja Pak Sopa bisa ngomong gitu. Pan Gua nyang ngalamin!
Elu kagak!"

Ya. Anda benar. Dan satu-satunya sebab bahwa Anda tidak bisa mengganti
ungkapan itu dengan sesuatu yang lebih positif, adalah karena Anda
memang tidak mencoba menggantinya. Anda, hanya mengungkapkan apa yang
Anda rasakan. Mulai sekarang, cobalah untuk menggantinya dengan yang
lebih positif. Itulah yang akan membuat Anda mampu bangkit.

Saat pikiran negatif mulai berseliweran di kepala Anda, segeralah
terapkan pada diri Anda sendiri sebuah teknik yang disebut dengan
"Hapus dan Ganti". Ucapkan "Hapus dan Ganti" itu dengan tegas kepada
diri Anda sendiri.

"Saya memang bodoh."
"Hapus itu. Ganti dengan..."

Lanjutkan kalimat itu dengan:

"Saya telah gagal dan salah. Sekarang saya tahu yang lebih baik, maka
saya akan melakukan yang lebih baik."

JANGAN HUKUM ORANG YANG TAK BERSALAH

Willie Jollie pernah mengatakan "the past is a place of reference; not
a place of residence." Kebanyakan orang yang jatuh dan terpuruk,
secara bertubi-tubi menghukum diri mereka sendiri. Mereka membiarkan
dirinya bertempat tinggal di masa lalu.

Mungkin saja Anda masih menyesali dan menangisi, apapun kesalahan yang
telah terlanjur terjadi di masa lalu. Kesalahan kemarin, kegagalan
minggu lalu, jatuhnya bisnis setengah tahun lewat, hancurnya hidup
Anda dua tahun belakangan, dan seterusnya. Dan Anda, mungkin masih
melanjutkan penghukuman pada diri sendiri sampai dengan hari ini.

Ketahuilah, Anda telah menghukum orang yang salah.

Ketahuilah, Anda yang kemarin dan Anda hari ini adalah dua manusia
yang berbeda. Anda yang lalu telah gagal dan bersalah, tapi Anda yang
hari ini telah berhasil belajar dan berubah. Anda yang hari ini adalah
korban tak berdosa. Ia sama sekali tidak bersalah. Dan jika Anda tetap
menghukumnya, maka Anda telah semena-mena.

Jangan hukum orang yang tak bersalah.

Jika Anda telah mengatakan "Sekarang saya tahu yang lebih baik, dan
saya akan melakukan yang lebih baik", maka berilah maaf pada diri Anda
yang hari ini. Itulah yang lebih baik, yang akan membuat segalanya
menjadi lebih baik.

Bagaimana jika Anda yang di masa lalu masih dihukum oleh orang lain?
Ingatlah bahwa...

PENDAPAT ORANG TIDAK HARUS MENJADI REALITAS ANDA

Anda yang sekarang adalah bukan Anda yang lalu. Anda yang sekarang
adalah Anda yang telah berhasil belajar dari masa lalu.

Maka jika orang lain melewatkan kesempatan untuk memanfaatkan apa yang
Anda punya hari ini, jika mereka melupakan kemampuan Anda sekarang,
jika mereka tak memandang keahlian dan bakat Anda saat ini, jika
mereka meremehkan kehebatan Anda kini, ketahuilah, bahwa merekalah
yang telah merugi, dan Anda tidak sama sekali.

Apa yang perlu Anda katakan kepada diri Anda sendiri adalah "Beberapa
akan, beberapa tidak akan, so what, next."

"Beberapa kesempatan dan peluang akan terbuka untuk saya. Beberapa
mungkin tidak. So what. Apa berikutnya?"

Teruslah bergerak. Mengapa? Sebab...

GAGAL TIDAKLAH PERMANEN KECUALI ANDA BERHENTI

Berita jelek: Sukses tidak permanen. Setelah Anda mencapainya, Anda
harus terus berupaya agar tetap di sana.
Berita bagus: Gagal juga tidak permanen, kecuali seseorang memutuskan
untuk berhenti.

Berhentilah sebentar saja untuk melakukan evaluasi. Gunakanlah kembali
prinsip-prinsip dalam tips ini. Kemudian, fokuslah pada kesempatan dan
peluang berikutnya yang sudah mengantri di hadapan Anda.

Next please!

KESEMPATAN BARU MENYEMBUHKAN LUKA LAMA

Inilah pentingnya terus bergerak. Sebab setiap kesempatan baru yang
Anda songsong, sangat berpeluang menjadi obat. Coba Anda resapi puisi
yang saya buat untuk Anda hari ini.

Seseorang telah terluka

Segera setelah ia mengalami, duduklah ia terdiam
di pojok gelap menyendiri merasakan perihnya

Tak lama kemudian, mulailah ia menjilati lukanya,
berharap ia sembuh segera

Terus ia lakukan dengan penuh harap di bawah bayang-bayang sisa
kepedihannya

Setelah waktu berlalu, seseorang kemudian datang membuka pintu
Cahaya terang menerobos menyiram bekas lukanya

Ia mengajak, mari keluar mari bermain
Ayo kita temui seseorang, dan kita bersenang-senang

Just like that
and the fun begins again!

Hal yang persis sama, bisa juga bekerja untuk kegagalan dan
keterpurukan Anda. Jangan hanya duduk terdiam dan menjilati luka.
Tataplah sekeliling Anda untuk berbagai kesempatan dan peluang baru.

penasaran nih.....

10 Indikasi "Gagal Meraih Keutamaan Ramadhan”

Rabu, September 19, 2007

Source : *Majalah Tarbawi*
Edisi 15, Th. 2/31 Desember 2000.
*** Email dari KPLI Bogor by Gibransyah (thanks yah) ***

"Berapa banyak orang yang berpuasa namun ia tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga... (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits Rasulullah tersebut harusnya dapat membangkitkan kewaspadaan kita untuk menjauhi dan tidak terjerumus didalamnya. Apalah artinya berpuasa bila hanya meninggalkan kering pada kerongkongan dan lapar didalam perut?

Berikut ini adalah uraian yang patut direnungkan agar kita tidak termasuk orang-orang yang disinggung dalam hadits Rasulullah tersebut. Kegagalan yang dimaksud tentu bukan sebuah klaim yang pasti. Itu memang hak Allah SWT semata. Tapi setidaknya kita perlu berhitung dan memiliki neraca agar segenap amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini benar-benar berbobot, hingga kita bisa lulus dari madrasah Ramadhan menjadi pribadi yang lebih berkualitas. Amiiin.

PERTAMA
, ketika kurang optimal melakukan "warming up Edengan memperbanyak ibadah dibulan Sya'ban. Ibarat sebuah mesin, memperbanyak ibadah di bulan Sya'ban berpungsi sebagai pemanasan bagi ruhani dan fisik untuk memasuki bulan Ramadhan. Berpuasa sunnah, memperbanyak ibadah shalat, tilawah Al-Qur'an sebelum Ramadhan. akan menjadikan suasana hati dan tubuh kondusif untuk pelaksanaan ibadah di bulan puasa. Dengan begitu, puasa, ibadah malam, memperbanyak membaca Al-Qur'an, berdzikir, taqarrub kepada Allah, menjadi lebih lancar. Mungkin, itulah hikmahnya kenapa Rasulullah SAW dalam hadits riwayat 'Aisyah, disebutkan paling banyak melakukan puasa di bulan Sya'ban. Bahkan sejak bulan Rajab, dua bulan menjelang Ramadhan, beliau sudah mengajarkan doa kepada para sahabatnya, "Allaahumma bariklanaa fii Rajaba wa Sya'ban, wa balighna Ramadhana. Ya Allah, berkahilah kami dalam bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikanlah usia kami pada bulan Ramadhan. Rasulullah dan para sahabat ingin mengkondisikan jiwa dan fisik mereka untuk siap menerima kehadiran tamu agung bulan Ramadhan.

KEDUA, ketika target pembacaan Al-Qur'an yang dicanangkan minimal satu kali khatam, tidak terpenuhi selama bulan Ramadhan. Di bulan ini, pembacaan Al-Qur'an merupakan bentuk ibadah tersendiri yang sangat dianjurkan. Pada bulan inilah Allah SWT menurunkan wahyunya dari Lauhul Mahfudz kelangit dunia. Peristiwa ini disebut sebagai malam lailatul qadar.. Pada bulan ini pula Malaikat Jibril biasa mengulang-ulang bacaan Al-Qur'an kepada Rasulullah SAW. Orang yang berpuasa dibulan ini, sangat dianjurkan memiliki wirid Al-Qur'an yang lebih baik dari bulan-bulan selainnya. Kenapa minimal harus dapat mengkhatamkan satu kali sepanjang bulan ini? Karena itulah terget minimal pembacaan Al-Qur'an yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Ketika Abdullah bin Umar bertanya kepadanya, "Berapa lama sebaiknya seseorang mengkhatam Al-Qur'an? Rasul menjawab, Satu kali dalam sebulan. Abdullah bin Umar mengatakan, "Aku mampu untuk lebih dari satu kali khatam dalam satu bulan. Rasul berkata lagi, "Kalau begitu, bacalah dalam satu pekan. Tapi Abdullah bin Umar masih mengatakan bahwa dirinya masih mampu membaca seluruh AL-Qur'an lebih cepat dari satu pekan. Kemudian Rasul mengatakan, "Kalau begitu, bacalah dalam tiga hari.”

KETIGA, Ketika berpuasa tidak menghalangi seseorang dari penyimpangan mulut seperti membicarakan keburukan orang lain, mengeluarkan kata-kata kasar, membuka rahasia, mengadu domba, berdusta dan sebagainya. Seperti yang sudah banyak diketahui, hakikat puasa tidak terletak pada menahan makanan dan minuman masuk masuk kedalam kerongkongan. Tapi puasa juga mengajak pelakunya untuk bisa menahan diri dari berbagai penyimpangan, salah satu yang dilakukan oleh mulut. Rasulullah SAW menyatakan bahwa dusta akan menjadikan puasa sia-sia. (HR. Bukhari). Mulut merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sukar untuk di kembalikan namun nilainya sangat mahal. Rasulullah berpesan, adakalanya kalimat buruk yang ringan diucapkan oleh seseorang, tapi karena Allah tidak ridha dengan kalimat itu, maka orang itu tercampak ke dalam neraka. Sebaliknya adakalanya kalimat baik yang ringan diucapkan oleh seseorang, tapi karena Allah ridha dengan kalimat itu, orang tersebut dimasukan ke dalam surga. (HR. Ahmad)

KEEMPAT, ketika puasa tak bisa menjadikan pelakunya berupaya memelihara mata dari melihat yang haram. Mata adalah penerima informasi paling efektif yang bisa memberi rekaman kedalam otak dan jiwa seseorang. Memori informasi yang tertangkap oleh mata, lebih sulit terhapus ketimbang informasi yang diperoleh oleh indra yang lainnya. Karenanya, memelihara mata menjadi sangat penting untuk membersihkan jiwa dan pikiran dari berbagai kotoran. Salah mengarahkan pandangan, bila terus berulang akan menumbuhkan suasana kusam dan tidak nyaman dalam jiwa dan pikiran. Ini sebabnya mengapa Islam mewasiatkan sikap hati-hati dalam menggunakan nikmat mata. Puasa yang tak menambah pelakunya lebih memelihara mata dari yang haram, menjadikan puasa itu nyaris tak memiliki pengaruh apapun dalam perbaikan diri. Karenanya, boleh jadi secara hukum puasanya sah, tapi substansi puasa itu tidak akan tercapai.

KELIMA, ketika malam-malam Ramdhan menjadi tak ada bedanya dengan malam-malam selain Ramadhan. Salah satu ciri khas bulan Ramadhan adalah, Rasulullah menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam dengan shalat dan do'a-do'a tertentu. Ibadah shalat di bulan Ramadhan yang biasa disebut shalat tarawih, merupakan amal ibadah khusus di bulan ini. Tanpa menghidupkan malam dengan ibadah tarawih, tentu seseorang akan kehilangan momentum berharga. Selain itu di dalam shalat ini pula Rasulullah SAW mengajarkan do'a-do'a khusus yang insya Allah akan dijadikan oleh Allah SWT. Di antara do'a-do'a yang perlu diperbanyak dalam shalat tarawih adalah, "Allaahumma inni as aluka ridhaaka wal jannah wa na'udzubika min sakhatika wan naar. Ya Allah aku memohon keridhaan-Mu dan

surga-Mu. Dan aku mohon perlindungan dari kemarahan-Mu dan dari neraka-Mu...”Para sahabat dahulu, berlomba untuk bisa melakukan shalat tarawih di belakang Rasulullah. Umar bin Kaththab bahkan beriztihad untuk melaksanakan shalat tarawih sebanyak 20 rakaat, sehingga kaum muslimin lebih termotivasi untuk menghidupkan malam Ramadhan.

KEENAM, jika saat berbuka puasa menjadi saat melahap semua keinginan nafsunya yang tertahan sejak pagi hingga petang. Menjadikan saat berbuka sebagai kesempatan "balas dendam dari upaya menahan lapar dan haus selama siang hari. Bila ini terjadi, berarti nilai pendidikan puasa akan hilang. Puasa, pada hakikatnya, adalah pendidikan bagi jiwa (tarbiyatun nafs) untuk mampu mengendalikan diri dan menahan hawa nafsu. "Puasa itu adalah perisai Esabda Rasulullah SAW seperti diriwayatkan Imam Bukhari. Hanya dalam puasalah, seseorang dilarang melakukan perbuatan yang sebenarnya halal dilakukan. Hasil
pendidikan itu, akan tercermin dalam pribadi orang-orang yang lebih bisa
bersabar, menahan diri, tawakal, pasrah, tidak emosional, tenang dalam menghadapi berbagai persoalan. Puasa menjadi kecil tak bernilai dan lemah dalam unsur pendidikannya ketika upaya menahan dan mengendalikan nafsu itu hancur oleh pelampiasan nafsu yang
dihempaskan saat terbuka.

KETUJUH, ketika bulan Ramadhan tidak dioptimalkan untuk banyak mengeluarkan infaq dan shadaqah. Rasulullah SAW seperti digambarkan dalam hadits, menjadi sosok yang paling murah dan dermawan di bulan Ramadhan, hingga kedermawanannnya itu mengalahkan angin yang bertiup. Di bulan inilah, satu amal kebajikan bisa bernilai puluhan bahkan ratusan kali lipat di banding bulan-bulan lainnya. Momentum seperti ini sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan. Keyakinan yang dikembangkan itu yang dikembangkan oleh para sahabat dan selalu shalih.

KEDELAPAN, ketika hari-hari menjelang idul fitri sibuk dengan persiapan lahir, tapi tidak sibuk dengan memasok perbekalan sebanyak-banyaknya pada 10 malam terakhir untuk memperbanyak ibadah. Lebih banyak berfikir untuk bisa merayakan idul fitri dengan berbagai kesenangan, tapi melupakan suasana akan berpisah dengan bulan mulia tersebut. Rasulullah dan para shabat mengkhususkan 10 hari terakhir untuk berdiam didalam masjid, meninggalkan semua kesibukan duniawi. Mereka memperbanyak ibadah, dzikir dan berupaya meraih keutamaan malam seribu bulan, saat diturunkannya Al-Qur'an. Pada detik-detik terakhir menjelang usainya Ramadhan , mereka merasakan kesedihan mendalam karena harus berpisah dengan mulia itu. Sebagian mereka bahkan menangis karena akan berpisah dengan bulan mulia. Ada juga yang bergumam jika mereka dapat merasakan Ramadhan sepanjang tahun.

KESEMBILAN, ketika Idul Fitri dan selanjutnya dirayakan laksana hari "merdeka dari penjara untuk melakukan berbagai penyimpangan. Fenomena ini sebenarnya hanya akibat dari pelaksanaan puasa yang tidak sesuai dengan adabnya. Orang yang berpuasa dengan baik tentu tidak akan menyikapi Ramadhan sebagai kerangkeng.

KESEPULUH, setelah Ramadhan, nyaris tidak ada ibadah yang ditindak lanjuti pada bulan-bulan selanjutnya. Misalnya memelihara kesinambungan puasa sunnah, shalat malam, membaca Al-Qur'an. Amal-amal ibadah satu bulan Ramadhan, adalah bekal pasokan agar ruhani dan keimanan seseorang meningkatkan untuk menghadapi sebelas bulan setelahnya. Namun, orang akan gagal meraih keutamaan Ramadhan, saat ia tidak berupaya menghidupkan dan melestarikan amal-amal ibadah yang pernah ia jalankan dalam satu bulan.[*]

penasaran nih.....

Dialog Rasulullah dengan Iblis bagian 2

Kamis, Agustus 30, 2007

Lanjutannya ......

Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara ummatmu ada orang yang menunda-nunda shalatnya dari waktu ke waktu. Ketika ia hendak menjalankan shalat maka saya selalu berada padanya dan mengganggu sembari berkata kepadanya, 'Masih ada waktu, teruskan engkau sibuk dengan urusan dan pekerjaan yang engkau lakukan.' Sehingga ia menunda shalatnya, dan kemudian shalat di luar waktunya. Akibatnya dengan shalat yang dikerjakan di luar waktunya itu ia akan dipukul di kepalanya. Kalau saya merasa kalah, maka saya mengirim kepadanya salah seorang dari setan-setan manusia yang akan menyibukkan waktunya. Kalau dengan usaha itu saya masih kalah, maka saya tinggalkan sampai ia menjalankan shalat. Ketika dalam shalatnya saya berkata kepadanya, 'Lihatlah ke kanan dan ke kiri.' Akhirnya ia melihat. Maka pada saat itu wajahnya saya usap dengan tangan saya, kemudian saya menghadap di depan matanya sembari berkata, 'Engkau telah melakukan apa yang tidak akan menjadi baik selamanya.' Wahai Muhammad, engkau tahu, bahwa orang yang banyak menoleh dalam shalatnya, Allah akan memukul kepalanya dengan shalat tersebut. Kalau dalam shalat ia sanggup mengalahkan saya, sementara ia shalat sendirian, maka saya perintah untuk tergesa-gesa. Maka ia mengerjakan shalat seperti ayam yang mencocok benih-benih untuk dimakan dan segera meninggalkannya. Kalau ia sanggup mengalahkan saya, dan shalat berjamaah, maka saya kalungkan rantai di lehernya. Ketika ia sedang ruku' saya tarik kepalanya ke atas sebelum imam bangun dari ruku' dan saya turunkan sebelum imam turun.

Wahai Muhammad, engkau tahu, bahwa orang yang melakukan shalat seperti itu, maka batal shalatnya, dan di hari Kiamat nanti Allah akan menyalin kepalanya dengan kepala keledai. Kalau dengan cara tersebut saya masih kalah, maka saya perintahkan meremas-remas jari-jemarinya sehingga bersuara, sedangkan ia sedang shalat, karenanya ia termasuk orang-orang yang bertasbih kepadaku padahal ia sedang shalat. Kalau dengan cara tersebut masih juga tidak mempan, maka saya tiup hidungnya sehingga ia menguap, sementara ia sedang shalat. Kalau ia tidak menutupi mulutnya dengan tangannya maka setan masuk ke dalam perutnya, sehingga ia semakin rakus dengan dunia dan berbagai perangkapnya. Ia akan selalu mendengar dan taat kepadaku.

Bagaimana ummatmu bisa bahagia wahai Muhammad, sementara saya memerintah orang-orang miskin untuk meninggalkan shalat, dan saya berkata kepadanya, 'Shalat bukanlah kewajiban kalian, shalat hanya kewajiban orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah.' Saya pun berkata kepada orang yang sakit, 'Tinggalkan shalat, karena shalat bukanlah kewajibanmu. Shalat hanyalah kewajiban orang-orang yang diberi nikmat kesehatan. Sebab Allah sudah berfirman, , "... dan tidak apa apa bagi seorang yang sedang sakit ...,"(Q.s. an Nur: 61). Kalau engkau sudah sembuh baru melakukan shalat.' Akhirnya ia mati dalam kondisi kafir. Apabila ia mati dengan meninggalkan shalat ketika sedang sakit, maka ia akan bertemu Allah dengan dimurkai.

Wahai Muhammad, jika saya menyimpang dan berdusta kepadamu, maka hendaknya engkau memohon kepada Allah agar saya dijadikan debu yang lembut. Wahai Muhammad, apakah engkau masih juga merasa gembira terhadap ummatmu, sementara saya bisa memurtadkan seperenam dari ummatmu untuk keluar dari Islam?" Kemudian Rasulullah meneruskan pertanyaannya, "Wahai makhluk yang terkutuk, siapa teman dudukmu?" "Orang-orang yang suka makan riba," jawab iblis. "Lalu siapa teman dekatmu?" tanya Rasululah kembali. "Orang yang berzina," jawabnya. "Siapa teman tidurmu?" tanya Rasulullah. "Orang yang mabuk," jawabnya. "Siapa tamumu?" tanya Rasulullah. "Pencuri," jawabnya. "Siapa utusanmu?" tanya Rasulullah. "Tukang sihir," jawabnya.

'Apa yang menyenangkan pandangan matamu?" tanya Rasulullah. "Orang yang bersumpah dengan talak," jawab iblis. "Siapa kekasihmu?" tanya Rasulullah. "Orang yang meninggalkan shalat Jum'at," jawabnya. "Wahai makhluk yang terkutuk, apa yang mengakibatkan punggungmu patah?" Tanya Rasulullah. "Suara ringkik kuda untuk berperang membela agama Allah," jawabnya. "Apa yang menjadikan tubuhmu meleleh?" tanya Rasulullah. "Tobatnya orang yang bertobat" jawabnya. "Apa yang membuat hatimu panas?" tanya Rasulullah. "Banyaknya istighfar kepada Allah, baik di malam atau siang hari," jawabnya. "Apa yang membuatmu merasa malu dan hina?" tanya Rasulullah. "Sedekah secara rahasia," jawabnya "Apa yang menjadikan matamu buta?" tanya Rasulullah. "Shalat di waktu sahur," jawabnya. "Apa yang dapat mengendalikan kepalamu?" tanya Rasulullah. "Memperbanyak shalat berjamaah," tuturnya. "Siapa orang yang paling bisa membahagiakanmu? " tanya Rasulullah "Orang yang sengaja meninggalkan shalat," tuturnya. "Siapa orang yang paling celaka menurut engkau?" tanya Rasulullah "Orang-orang yang kikir," jawabnya "Apa yang menyita pekerjaanmu? " tanya Rasulullah. "Majelis orang-orang alim," jawabnya. "Bagaimana cara engkau makan?" Tanya Rasulullah "Dengan tangan kiriku dan jari-jemariku, " jawabnya "Di mana engkau mencari tempat berteduh untuk anak anakmu di waktu panas?" tanya Rasulullah "Di bawah kuku manusia," jawab iblis "Berapa kebutuhan yang pernah engkau minta kepada Tuhamnu?" tanya Rasulullah. "Sepuluh macam," jawabnya "Apa saja itu wahai makhluk terkutuk?" tanya Rasulullah Iblis pun menjawabnya, "Saya memintaNya agar saya bisa berserikat dengan anak-cucu Adam dalam harta kekayaan dan anak-anak mereka. Akhirnya Tuhan mengizinkanku berserikat dalam kelompok mereka. Itulah maksud firman Allah: "Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka." (Q.s. al Isra': 64).

Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya, maka saya ikut memakannya. Saya juga ikut makan makanan yang bercampur riba dan haram serta segala harta yang tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari setan ketika bersetubuh dengan istrinya, maka setan akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengar dan taat kepadaku. Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka saya adalah temannya. Itulah maksud firman Allah: "Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki." (Q.s. al Isra': 64).

Saya memohon kepada Nya agar saya punya rumah, maka rumahku adalah kamar mandi. Saya memohon agar saya punya masjid, akhirnya pasar menjadi masjidku. Saya memohon agar saya punya al-Qur'an, maka syair adalah al-Qur'anku. Saya memohon agar saya punya adzan, maka terompet adalah panggilan adzanku. Saya memohon kepadaNya agar saya punya tempat tidur, maka orang-orang mabuk adalah tempat tidurku. Dan saya memohon agar saya mendapatkan teman-teman dekat, maka orang-orang yang menginfakkan harta kekayaannya untuk kemaksiatan adalah teman dekatku. Ia kemudian membaca firman Allah, "Sesungguhnya pemboros pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya." (Q.s. al Isra': 27)."

Rasulullah saw. berkata kepadanya, "Andaikan tidak setiap apa yang engkau ucapkan itu didukung oleh ayat-ayat dari Kitab Allah tentu aku tidak akan membenarkanmu. " Lalu iblis berkata lagi, "Wahai Muhammad, saya memohon kepada Allah agar saya bisa melihat anak-cucu Adam, sementara mereka tidak bisa melihatku. Kemudian Allah menjadikan aku bisa mengalir melalui peredaran darah mereka. Diriku bisa berjalan ke mana pun sesuai kemauan diriku dan dengan cara bagaimana pun. Kalau saya mau dalam sesaat pun bisa. Kemudian Allah berfirman kepadaku, 'Engkau bisa melakukan apa saja yang kau minta.' Akhirnya saya merasa senang dan bangga sampai hari Kiamat. Sesungguhnya orang yang mengikutiku lebih banyak daripada orang yang mengikutimu. Sebagian besar anak-cucu Adam akan mengikutiku sampai hari Kiamat.

Saya memiliki anak yang saya beri nama Atamah. Ia akan kencing di telinga seorang hamba ketika ia tidur meninggalkan shalat Atamah (Isya'). Andalkan tidak karenanya tentu manusia tidak akan tidur lebih dahulu sebelum menjalankan shalat. Saya juga punya anak yang saya beri nama Mutaqadhi. Apabila ada seorang hamba melakukan ketaatan (ibadah) dengan rahasia dan ingin menutupinya, maka anak saya tersebut senantiasa membatalkannya dan dipamerkan di tengah-tengah manusia, sehingga semua manusia tahu. Akhirnya Allah membatalkan sembilan puluh

Bersambung ...... ke bagian 3

diambil dari Millist suraukita, dikmenjur, smapluspgri

penasaran nih.....

Dialog Rasulullah dengan Iblis bagian 1

Segala puji hanya milik ALLAH SWT, Pencipta semesta alam. Shalawat dan salam sejahtera semoga senantiasa dilimpahkan kepada seorang Nabi yang Ummi, Muhammad SAW, dan kepada keluarganya yang bersih serta seluruh sahabatnya yang mulia.

Diriwayatkan dari Mu'adz bin Jabal r.a., dari Ibnu Abbas r.a. yang berkisah: Kami bersama Rasulullah SAW. di rumah salah seorang sahabat Anshar, dimana saat itu kami di tengah-tengah jamaah. Lalu ada suara orang memanggil dari luar, "Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, sementara kalian butuh kepadaku." Rasulullah bertanya kepada para jamaah, "Apakah kalian tahu, siapa yang memanggil dari luar itu?" Mereka menjawab, "Tentu Allah dan Rasul Nya lebih tahu." Lalu Rasulullah saw. menjelaskan, "Ini adalah iblis yang terkutuk semoga Allah senantiasa melaknatnya. " Kemudian Umar r.a. meminta izin kepada Rasulullah sembari berkata, "Ya Rasulullah, apakah engkau mengizinkanku untuk membunuhnya? " Beliau menjawab, "Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa ia termasuk makhluk yang tertunda kematiannya sampai batas waktu yang telah diketahui (hari Kiamat)? Akan tetapi sekarang silakan kalian membukakan pintu untuknya. Sebab ia diperintah untuk datang ke sini, maka pahamilah apa yang ia ucapkan dan dengarkan apa yang bakal ia ceritakan kepada kalian."

Ibnu Abbas berkata: Kemudian dibukakan pintu, lalu ia masuk di tengah-tengah kami. Ternyata ia berupa orang yang sudah tua bangka dan buta sebelah mata. Ia berjenggot sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda. Kedua kelopak matanya terbelah ke atas (tidak ke samping). Sedangkan kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi. Sementara kedua bibirnya seperti bibir kerbau. Ia datang sambil memberi salam. 'Assalamu'alaika ya Muhammad, Assalamu'alaikum ya Jamaa'atal muslimin," kata iblis.

Nabi menjawab, "Assalamu lillah ya la'iin (Keselamatan hanya milik AlIah wahai makhluk yang terkutuk). Saya mendengar engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluanmu tersebut wahai Iblis?" "Wahai Muhammad, saya datang ke sini bukan karena kemauanku sendiri, tapi saya datang ke sini karena terpaksa," tutur iblis. "Apa yang membuatmu terpaksa harus datang ke sini wahai makhluk terkutuk?" tanya Rasulullah.

Iblis menjawab, "Telah datang kepadaku seorang malaikat yang diutus oleh Tuhan Yang Maha agung, dimana utusan itu berkata kepadaku, 'Sesungguhnya Allah SWT. memerintahmu untuk datang kepada Muhammad SAW. sementara engkau adalah makhluk yang rendah dan hina. Engkau harus memberi tahu kepadanya, bagaimana engkau menggoda dan merekayasa anak-cucu Adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Lalu engkau harus menjawab segala apa yang ditanyakan Muhammad dengan jujur. Maka demi Kebesaran dan Keagungan Allah, jika engkau menjawabnya dengan bohong, sekalipun hanya sekali, sungguh engkau akan Allah jadikan debu yang bakal dihempaskan oleh angin kencang, dan musuh-musuhmu akan merasa senang.' Wahai Muhammad, maka sekarang saya datang kepadamu sebagaimana yang diperintahkan kepadaku. Maka tanyakan apa saja yang engkau inginkan. Kalau sampai saya tidak menjawabnya dengan jujur, maka musuh-musuhku akan merasa senang atas musibah yang bakal saya terima. Sementara tidak ada beban yang lebih berat bagiku daripada bersenangnya musuh-musuhku atas musibah yang menimpa diriku."

Rasulullah mulai melemparkan pertanyaan kepada iblis, "Jika engkau bisa menjawab dengan jujur, maka coba ceritakan kepadaku, siapa orang yang paling engkau benci?" Iblis menjawab dengan jujur, "Engkau, wahai Muhammad, adalah orang yang paling aku benci dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu." "Lalu siapa lagi yang paling engkau benci?" tanya Rasulullah. "Seorang pemuda yang bertakwa dimana ia mencurahkan dirinva hanya kepada Allah swt.," jawab Iblis. "Siapa lagi?" tanya Rasulullah "Orang alim yang wara' (menjaga diri dari syubhat) lagi sabar," jawab iblis. "Siapa lagi?" tanya Rasulullah "Orang yang senantiasa melanggengkan kesucian dari tiga kotoran (hadats besar, kecil dan najis; pent.)," tutur iblis "Siapa lagi?" tanya Rasulullah "Orang fakir yang senantiasa bersabar, yang tidak pernah menuturkan kefakirannya ke pada siapa pun dan juga tidak pernah mengeluh penderitaan yang dialaminya." jawab iblis. "Lalu dari mana engkau tahu kalau ia bersabar?" tanya Rasulullah. "Wahai Muhammad, bila ia masih dan pernah mengeluhkan penderitaannya kepada makhluk yang sama dengannya selama tiga hari, maka Allah tidak akan mencatat perbuatannya dalam kelompok orang-orang yang bersabar," jelas Iblis. "Lalu siapa lagi, wahai lblis?" tanya Rasul. "Orang kaya yang bersyukur," tutur iblis. "Lalu apa yang bisa memberi tahu kepadamu bahwa ia bersyukur?" tanya Rasulullah "Bila saya melihatnya ia mengambil kekayaannya dari apa saja yang dihalalkan dan kemudian disalurkan pada tempatnya," tutur iblis. "Bagaiinana kondisimu apabila ummatku menjalankan shalat?" tanya Rasulullah. "Wahai Muhammad, saya langsung merasa gelisah dan gemetar," jawab iblis.

"Mengapa wahai makhluk yang terkuluk?" tanya Rasulullah. "Sesungguhnya apabila seorang hamba bersujud kepada Allah sekali sujud, maka Allah akan mengangkat satu derajat (tingkat). Apabila mereka berpuasa, maka saya terikat sampai mereka berbuka kembali. Apabila mereka menunaikan manasik haji, maka saya jadi gila. Apabila membaca al-Qur'an, maka saya akan meleleh (mencair) seperti timah yang dipanaskan dengan api. Apabila bersedekah maka seakan-akan orang yang bersedekah tersebut mengambil kapak lalu memotong saya menjadi dua," jawab iblis. "Mengapa demikian wahai Abu Murrah (julukan iblis)?" tanya Rasulullah. "Sebab dalam sedekah ada empat perkara yang perlu diperhatikan: Dengan sedekah itu, Allah akan menurunkan keberkahan dalam hartanya, menjadikan ia disenangi di kalangan makhluk Nya, dengan sedekah itu pula Allah akan menjadikan suatu penghalang antara neraka dengannya dan akan menghindarkan segala bencana dan penyakit," tutur iblis menjelaskan. "Lalu bagaimana pendapatnu tentang Abu Bakar?" tanya Rasulullah. "Ia sewaktu jahillyyah saja tidak pernah taat kepadaku, apalagi sewaktu dalam Islam," tutur iblis.

"Bagaimana dengan Umar bin Khaththab?" tanya Rasulullah. "Demi Allah, setiap kali saya bertemu dengannya, mesti akan lari darinya," jawab iblis. "Bagaimana dengan Utsman?" tanya Rasulullah. "Saya merasa malu terhadap orang yang para malaikat saja malu kepadanya," jawab iblis. "lalu bagaimana dengan Ali bin Abi Thalib?" tanya Rasulullah. "Andaikan saya bisa selamat darinya dan tidak pernah bertemu dengannya, ia meninggalkanku dan saya pun meninggalkannya. Akan tetapi ia tidak pernah melakukan hal itu sama sekali," tutur iblis. "Segala puji bagi Allah Yang telah menjadikan ummatku bahagia dan mencelakakanmu sampai pada waktu yang ditentukan," tutur Rasulullah. "Tidak dan tidak mungkin, dimana ummatmu bisa bahagia sementara saya senantiasa hidup dan tidak akan mati sampai pada waktu yang telah ditentukan. Lalu bagaimana engkau bisa bahagia terhadap ummatmu, sementara saya bisa masuk kepada mereka melalui aliran darah dan daging, sedangkan mereka tidak bisa melihatku. Demi Tuhan Yang telah menciptakanku dan telah menunda kematianku sampai pada hari mereka dibangkitkan kembali (Kiamat), sungguh saya akan menyesatkan mereka seluruhnya, baik yang bodoh maupun yang alim, yang awam maupun yang bisa membaca al Qur'an, yang nakal maupun yang rajin beribadah, kecuali hamba-hamba Allah yang mukhlas (sangat-sangat ikhlas)," tutur iblis. "Siapa menurut engkau hamba-hamba Allah yang mukhlas itu?" tanya Rasulullah.

Iblis menjawab dengan panjang lebar, "Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa orang yang masih suka dirham dan dinar (harta) adalah belum bisa murni

diambil dari millist suraukita, dikmenjur, smapluspgri

penasaran nih.....