Mudik dan Silaturahim

Selasa, Juli 22, 2014

Fenomena Mudik di Indonesia
Dalam salah satu haditsnya Rasulullah SAW bersabda “Barangsiapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia bersilaturahim.” (HR. Bukhari dan Muslim). Jadi salah satu manfaat dari silaturahim adalah dilapangkannya rezeki lalu dipanjangkan umurnya. 
Lalu manfaat apalagi yang kita dapat dalam rangka silaturahim? Sebelum kita bahas lebih lanjut, saya ingin ingin membahas fenomena mudik lebaran yang ada di Indonesia. Mudik pada saat perayaan Idhul Fitri sudah menjadi tradisi yang berkembang luas di Indonesia. Kata "Mudik" sendiri berasal dari bahasa betawi yang berarti Selatan lawan kata dari milir (asal kata belilir) pergi ke Utara. Kata mudik diartikan sebagai menuju udik alias pulang kampung.
Pendapat lain mengatakan bahwa mudik adalah budaya kaum agraris, karena para petani di Jawa sudah mengenal tradisi ini jauh sebelum kerajaan Majapahit berdiri.

Mudik sudah ada sejak jaman nenek moyang kita, pada masa kerajaan Majapahit, kegiatan mudik  menjadi tradisi yang dilakukan oleh keluarga kerajaan, yang dilakukan pada bulan-bulan yang dianggap baik, mereka akan mengunjungi keluarga di daerah asal. Sejak Islam datang mudik dilakukan menjelang lebaran (Idul Fitri).


Silaturahim
Dalam Alqur'an Allah SWT berfirman: "Dan bertakwalah kepada Alloh yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Alloh selalu menjaga dan mengawasi kamu." (Q.S An-Nisaa' : 1)
Secara garis besar, ada 10 manfaat ketika kita melakukan silaturahim, yaitu:
  1. Mendapatkan ridha dari Alloh SWT.
  2. Membuat orang yang kita dikunjungi berbahagia. Hal ini amat sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, yaitu "Amal yang paling utama adalah membuat seseorang berbahagia."
  3. Menyenangkan malaikat, karena malaikat juga sangat senang bersilaturahmi.
  4. Disenangi oleh manusia.
  5. Membuat iblis dan setan marah.
  6. Memanjangkan usia.
  7. Menambah banyak dan berkah rejekinya.
  8. Membuat senang orang yang telah wafat. Sebenarnya mereka itu tahu keadaan kita yang masih hidup, namun mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka merasa bahagia jika keluarga yang ditinggalkannya tetap menjalin hubungan baik.
  9. Memupuk rasa cinta kasih terhadap sesama, meningkatkan rasa kebersamaan dan rasa kekeluargaan, mempererat dan memperkuat tali persaudaraan dan persahabatan.
  10. Menambah pahala setelah kematiannya, karena kebaikannya (dalam hal ini, suka bersilaturahmi) akan selalu dikenang sehingga membuat orang lain selalu mendoakannya.
Namun bukan berarti silaturahim harus selalu dengan mudik, karena kita juga dapat bersilaturahim tanpa harus mudik, misalnya mendatangi kerabat yang dekat, mengunjungi rumah guru atau ustadz, kerumah teman ataupun ketempat-tempat lain.

Demikian sedikit opini dari saya tentang mudik dan silaturahim.

Daftar Bacaan:
  1. http://www.ruangkata.com/Latest/membuka-pintu-rezeki-dan-kesuksesan-dengan-silaturahmi.html
  2. https://plus.google.com/103652500546029126564/posts/6GiCoe9EgbA
  3. http://rendystones.wordpress.com/2013/08/02/fenomena-mudik-hanya-ada-di-indonesia/
  4. http://www.apakabardunia.com/2012/08/bagaimana-asal-usul-mudik.html
Sumber Gambar:
  1. http://rendystones.files.wordpress.com/2013/08/mudik-lebaran.jpg?w=300&h=256
  2. http://himawan.staff.fkip.uns.ac.id/files/2013/07/silaturahim-dan-infaq-cara-panjangkan-umur.jpg

0 komentar: